Asal usul Desa Mengoneng

According to the story, Pemalang District was governed by a duke named Tumenggung Soeryonegoro. The duke has a regent named patih jongsari. Duke of Tumenggung Soeryonegoro also has a very beautiful daughter, named Putri Sarioneng. The beauty of the princess makes the pati jongsari fall in love with her. But the patih did not dare to express his love. "I should keep this a secret," said the patih in his heart. In another place Duke Madiun is talking about something with his son, Raden Maoneng. "Go you perform the pilgrimage, maoneng! but pass through the port of Pemalang before you cross the holy land! "commanded the Duke of Madiun. "Okay, daddy, please say goodbye!" Replied Raden Maoneng.

After arriving at the barrier, Raden Maoneng met the Duke of Soeryonegoro "I came to fulfill my father's message, Duke! he wanted me to stop in Pemalang for a while before I continued my journey. "" Who are you and where are you from? "asked the Duke. "I am the son of the duke of madiun," replied Raden Maoneng reverently. "OK, you allow me to stop for a while here," said the Duke. When the princess saw Raden Maoneng, he fell in love. shortly afterwards they were married, after a few months of marrying Raden Maoneng conveyed his heart's desire to perform the Hajj. "Kanda's desire is that the holy desire does not prevent him." the duke also agreed and ordered the patih jongsari to take Raden maoneng to the airport, at the north end of Pemalang regency.

But it seems that the patih jongsari's revenge because of his desire to love the duke's daughter was not getting more and more burning. His grudge was inflicted on Raden Maoneng. Patih Jongsari also killed Raden Maoneng, and put the body of Raden Maoneng who was covered in blood under the Tanjung tree, which is now known as Tanjung Sari Village. Sukma Raden Maoneng also told everything to the Duke, "I was killed by the patih Jongsari because he was jealous because I managed to edit Sarioneng's daughter. It turns out that for a long time the patih of Jongsari loved Sarioneng's daughter. "Explained Raden Maoneng. "God! we better just talk about it in duchy, now enter your guardian, "said the Duke.

After sukma raden Maoneng returned to his body, the Duke invited him to return to the duchy. Arriving at the duchy, the raden recounted what he had just experienced to his wife. And the guise of the patih jongsari was opened. "Soldier, arrest him and bring him to me," the adipat's command was angry. Patih jongsari ran south because he would be captured by soldiers. Not long ago he was surrounded by prajurut. The siege site is now called a dukuh kepungan which is not far from Hamlet Mengoneng, the Bojongbata village.

Menurut cerita dahulu kabupaten pemalang diperintah oleh seorang adipati bernama tumenggung soeryonegoro. Sang adipati mempunyai patih yang bernama patih jongsari. Adipati tumenggung soeryonegoro juga mempunyai putri yang sangat cantik , bernama putri sarioneng. Kecantikan sang putri membuat patih jongsari jatuh cinta padanya. Namun sang patih tidak berani menyatakan cintanya itu. sebaiknya aku merahasiakan hal ini” kata sang patih dalam hati. Ditempat lain adipati madiun sedang membicarakan sesuatu dengan anaknya , raden maoneng. “pergilah engkau menunaikan ibadah haji,maoneng! tetapi lewatilah pelabuhan  pemalang sebelum engkau menyebrang ketanah suci!” perintah adipati madiun. “baiklah ayahanda,ananda mohon pamit!” jawab raden maoneng.


Setelah tiba dipemalang , raden maoneng menemui adipati soeryonegoro “saya datang untuk memenuhi pesan ayahanda saya , adipati! beliau menginginkan saya untuk singgah sementara di pemalang sebelum saya meneruskan pengembaraan saya.” “siapakah engkau dan dari mana asalmu?” tanya sang adipati.“saya raden maoneng. "Saya putra adipati madiun,” jawab raden maoneng takzim. ” baiklah, kau kuizinkan untuk singgah sementara disini,” kata sang adipati. Ketika sang putri melihat raden maoneng , ia jatuh cinta. Perasaan itu juga dimiliki oleh raden maoneng , ia juga jatuh cinta pada sang putri. Tak lama kemudian mereka pun menikah. Setelah beberapa bulan menikah raden maoneng menyampaikan hasrat hatinya untuk menunaikan ibadah haji. “hasrat kanda adalah hasrat yang suci dinda tidak menghalanginya.” tutur sang putri tulus. Raden mengoneng pun menyampaikannya kepada sang adipati,adipati pun menyetujuinya dan memerintah patih jongsari untuk mengantar raden maoneng sampai dibandar , diujung utara kadipaten pemalang.

Namun rupanya dendam patih jongsari karena hasratnya mencintai putri adipati tidak kesampaian semakin membara. dendam itu ditimpakannya pada raden maoneng. Patih jongsari pun membunuh raden maoneng,dan meletakkan jenazah raden maoneng yang bersimbah darah dibawah pohon tanjung, yang sekarang dikenal sebagai desa tanjung sari. Sukma raden maoneng pun menceritakan semuanya kepada adipati, “saya dibunuh oleh patih jongsari karena ia cemburu karena saya berhasil menyunting putri sarioneng. Ternyata sudah lama patih jongsari mencintai putri sarioneng.” jelas raden maoneng. “astaga! lebih baik kita bicarakan saja di kadipaten,sekarang masuklah engkau keragamu” perintah sang adipati.
Setelah sukma raden maoneng  kembali keraganya , sang adipati mengajaknya untuk kembali ke kadipaten. Sesampainya dikadipaten sang raden menceritakan kembali apa yang baru ia alami kepada sang istri. Dan terbukalah kedok patih jongsari. “prajurit, tangkap dan bawa ia kepadaku” perintah sang adipat marah. Patih jongsari berlari karah selatan ketika akan ditangkap oleh prajurit. Tak beberapa lama ia dikepung oleh prajurut. Tempat pengepungan tersebut sekarang bernama dukuh kepungan yang tak jauh dari dukuh mengoneng,kelurahan Bojongbata.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer